Sabtu-Minggu kemarin adalah hari yang luar biasa,
menyiratkan banyak makna. Lepas dari rutinitas kantor di sabtu sore, langsung
bergegas menuju masjid sunda kelapa. Mengikuti majelis ilmu yang diadakan oleh
RISKA (remaja masjid sunda kelapa). Mengangkat tema “inspirator” menghadirkan
dr. Jose Rizal (MER-C) dan Oki Setiana Dewi (Artis/Penulis) serta di moderatori
oleh Aa Molan (Mustang radio). Benar-benar menginspirasi, pengalaman yang
dibagi oleh dokter Jose yang terbiasa praktek di daerah konflik seperti di Ambon
dan Gaza sangat
luar biasa. Saat ini MER-C tengah membuat rumah sakit di Gaza
yang dananya didapatkan dari sumbangan rakyat Indonesia. Meski resiko kegiatan
beliau taruhannya nyawa, menurutnya semua itu bisa dilakukan jika kita memiliki
keikhlasan dan kesabaran, pesan beliau jadilah orang bermanfaat bagi sesamamu.
Begitupula dengan Oki, bintang film Ketika Cinta Bertasbih
ini membagi pengalamannya menjadi muslimah yang istiqomah dengan hijabnya,
menurutnya jika apa yang kita lakukan tujuannya Allah maka segala sesuatunya
akan terasa mudah. Meski berada di dunia entertain
yang kata orang glamour, namun semua
itu baginya adalah kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik. Pesannya pun
sama dengan dokter Jose, Oki mengajak untuk menjadi orang bermanfaat apapun
profesi kita, terutama bagi para pemuda karena nanti Allah akan menanyakan
untuk apa masa mudamu kamu habiskan?.
Acara yang di pandu Aa’ Molan ini juga terasa hidup dengan
pembawaannya yang kocak yang sesekali membuat semua hadirin tertawa. Acara sesi
pertama yang dimulai ba’da isya ini berakhir sekitar pukul 22.30 dan
dilanjutkan dengan break sejenak
hingga pukul 22.45, dan kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang diisi oleh
Ustadz Bendry yang membahas tentang ‘inspirator dalam Islam’. Acara yang masih
di pandu Aa’ Molan ini juga berlangsung sangat menarik, sang ustadz
menyampaikan materi dengan sangat gamblang mengenai insipartor yang ada di
zaman para Nabi termasuk Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Banyak sekali
inspirator yang lahir dikalangan kaum muslimin, sebut saja Umar bin Khattab,
Abdurrahman bin Auf, Muhammad Al-Fatih dan lain-lain. Dengan segala keutamaan
yang mereka miliki dan tentu saja dapat kita jadikan suri tauladan. Karena di
tengah krisis identitas yang dialami oleh kaum remaja kita saat ini, yang
menghabiskan masa remajanya ditengah hedonisme dunia, lihat saja boyband dan
girlband yang menjamur bak di musim penghujan, krisis moral sebagian artis
Indonesia dengan kasus asusila yang seakan ‘dibiarkan’ saja dengan masih saja
mengelu-elukannya, belum lagi generasi alay dan unyu-unyu, serta masih banyak
lagi fenomena modernisme yang terjadi saat ini.
Acara kemarin seakan me-recharge kembali iman didada, semoga
ianya membekas di hati ini dan melahirkan akhlakul karimah. Sesi kedua ini pun
berakhir sekitar pukul 12 malam, dan dilanjutkan dengan istirahat untuk kembali
bangun lagi pada pukul 02.30 dini hari, melaksanakan qiyamul lail serta sholat
subuh. Usai sholat subuh acara pun berakhir dan semua peserta pun kembali
kerutinitas masing-masing. Termasuk aku dan salahs eorang teman yang juga pergi
bersamaku pada hari itu. Kami memutuskan untuk sarapan dulu di depan masjid
sunda kelapa, kebenaran hari itu adalah hari ahad dan biasanya masjid
mengadakan ta’lim yang juga diramaikan dengan bazaar di halaman masjid. Setelah
itu kami pun bergegas untuk kembali melakukan petualangan, karena hari ahad aku
harus kerja, aku pun memutuskan untuk langsung kembali ke kantor setelah
mengikuti acara tersebut. Namun, karena masih ada waktu tersisa sebelum jam
kantor kami pun memutuskan untuk jalan kaki sambil olah raga pagi dan menikmati
pemandangan alam. Dari masjid sunda kelapa kami menuju taman suropati yang lokasinya
memang cukup dekat dari masjid, dari sana kami pun melanjutkan perjalanan ke
taman menteng, eh…di tengah perjalanan kami melewati SDN 01 Menteng yang konon
katanya tempat presiden Amerika Barack Obama pernah menimba ilmu, jadilah kami menyempatkan
diri untuk narsis dulu di sana, hehe….. Setelah itu kami pun melanjutkan
perjalanan ke taman menteng, kemudian menuju bunderan HI. Di sana sudah banyak masyarakat yang berolah raga, bersepeda dan berbagai macam aktifitas lain. Maklumlah….karena
khusus hari ahad memang ada car free day,
kami pun tak lupa untuk narsis dulu di sana karena jam sudah
menunjukkan pukul 07.30 kami pun bergegas untuk segera pulang, niatnya sih mau
jalan kaki sampai kantor tapi ternyata lumayan juga yah….jadilah kami naik
kendaraan umum saja.
Aku pun menjalani rutinitas kantor seperti biasa. Jika hari
ahad jam kantor dimulai pukul 09.00-17.00 WIB. Kebetulan lokasi kantorku
berdekatan dengan plaza Atrium Senen, dan hari ahad ini ada acara anniversary
Plaza Atrium yang ke 20 tahun dan menghadirkan bintang tamu artis terkenal
Syahrini. Wah…aku pun jadi penasaran dengan artis fenomenal yang satu ini,
karena selalu hadir dengan ciri khasnya yang juga selalu booming di masyarakat. Karena jam pulang kantor memang agak sore
dan aku malas menghadapi kemacetan yang semakin parah melanda Jakarta belakangan ini, aku pun memutuskan
untuk refreshing dulu di plaza Atrium
sambil menunggu waktu maghrib. Karena jika aku pulang pada jam segitu, pastinya
akan maghrib di jalan.
Usai shalat maghrib aku langsung bergegas menuju panggung
perayaan ulang tahun Atrium, disana sudah banyak orang pastinya, dan aku
sendirian saja loh….karena teman yang
aku ajak tidak memberi kabar, tapi tak apalah no problemo aku hanya ingin mengobati rasa penasaranku saja. Setelah
menunggu beberapa saat acara dibuka dan berlangsung cukup meriah, di
tengah-tengah acara yang semakin dipenuhi oleh banyak pengunjung, ada
segerombolan bocah yang mengambil posisi didekatku. Mereka berjumlah 5 orang, salah
satunya bocah laki-laki. Aku pun berusaha menyapa mereka dengan beberapa
pertanyaan mengenai latar belakang mereka. Mereka ini tinggal tidak jauh dari
Atrium, yakni di keramat pulo dan bela-belain
untuk datang menonton Syahrini. Aku pun akhirnya berkenalan, nama bocah-bocah
ini adalah Ana, Kafi, Sandra, May dan Nova. Mereka masih duduk dibangku sekolah
SD dan SMP. Tiba-tiba saja aku merasa nyaman ngobrol dengan mereka. Di saat
orang tua lain melarang anaknya untuk keluar rumah, apalagi malam-malam begini
namun ke 5 bocah ini malah berkeliaran. Mereka anak-anak yang ceria dan
kelihatan tanpa beban. Orang tua mereka ada yang menjadi tukang ojek, tukang
becak, pengamen dan ada juga yang tidak bekerja. Ternyata aku masih lebih
beruntung, meski begitu mereka tetap sekolah dan ini membuatku kagum. Aku pun
berusaha menyemangati mereka jangan sampai meninggalkan bangku sekolah, saat
aku tanya mengenai cita-cita, mereka ada yang ingin menjadi dokter, tentara dan
guru. Hmm…anak-anak yang pintar dan baik.
Tak lama, sang artis pun muncul di panggung utama membawakan
lagu dan menyapa para hadirin yang disambut dengan antusias termasuk
bocah-bocah ini, sambil sesekali berteriak-teriak. Mereka terlihat sangat
senang sekali, begitu polosnya mereka membuat pikiranku pun menerawang jauh
memaknai kehidupan. Melihat mereka bahagia aku pun merasa bahagia, dan aku
ingin sekali menambah kebahagiaan mereka malam ini. Tapi apa yah…..?! Karena sudah
lumayan malam, dan cukup rasanya melihat Syahrini aku pun memutuskan untuk
pulang meski acara belum selesai, mereka juga ingin ikut bersamaku dan aku pun
memutuskan untuk mengajak mereka membeli ice cream.
Malam ini aku mendapat teman baru, bocah-bocah kecil ini
mengajaranku bahwa Kebahagiaan itu sederhana yah…saat kita bisa membuat orang
lain tersenyum dan senang dengan keberadaan kita, dan kita pun dengan senang
hati memberi kepada orang yang ada di dekat kita. Terima kasih yah bocah-bocah
cilik….semoga kalian menjadi orang-orang yang sukses kelak…Aamiin
26 November 2012/12 Muharram 1434H



Tidak ada komentar:
Posting Komentar