Sabtu, 13 Oktober 2012

Tenggang Rasa

-->
Tak mudah memang menjalani hidup yang singkat ini, begitu singkatnya hingga rugi rasanya menyia-nyiakan kesempatan yang diamanahkan Tuhan dengan hal-hal yang tak bermanfaat. Dinamika hidup terus berputar ibarat roda kendaraan, setiap sisi secara bergiliran terus berjalan melewati jalan yang tak selamanya mulus, kadang berkelok, menanjak, menurun, penuh bebatuan, lumpur, aspal panas, banjir, becek, jalan berlubang akan kau temui. Tergantung bagaimana caramu menghadapinya, apakah menikamti apa yang kau temui atau sebaliknya kau malah mengeluh? Begitulah kurang lebih sejatinya hidup yang kita lalui dan harus kita hadapi, diliputi suka dan duka.

Di sisi lain sebagai makhluk sosial, tak lepas dari interaksi dengan manusia lain entah itu kerabat senasab ataupun tidak. Dalam menjalankan rutinitas kita dihadapkan dengan berbagai karakter manusia, seperti yang pernah saya pelajari ada 4 tipe kepribadian manusia yakni melankolis, plegmatis, koleris dan sanguin. Orang melankolis biasanya lebih suka dibelakang layar, analitis, sensitif, dan sistematis. Tipe plegmatis cenderung santai, tenang, pemalu, dan humoris. Sedangkan koleris lebih suka memimpin, pemberani, mandiri dan tidak populer. Dan, tipe sanguin biasanya aktif, supel, ekspresif serta egois. Saya mungkin termasuk kategori melankolis alias melo, tipe pasif yang akan aktif jika di’aktifkan’ dahulu, akan sangat terbuka kepada orang yang cocok, tipe pendiam yang jadi rame jika merasa nyaman dengan sekitar, tipe pemalu yang harus dipaksa dahulu baru mau, ga enakan, sensitif, perfeksionis, dll. Sederet kelemahan tentu saja ada padaku dan ku upayakan untuk meminimalisirnya dan memperbaikinya.

Seperempat abad mengarungi samudera kehidupan, cukup memberikan banyak pelajaran dan dipertemukan dengan berbagai karakter manusia. Tak ada manusia yang jahat hanya manusia yang tak mau belajar kebaikan, tak ada orang yang jelek hanya orang yang tak mau berbenah diri. Terkadang ditengah interaksi dengan sesama, ada laku yang khilaf dan ucap yang menggores hati, bisa jadi hari ini aku yang salah tapi siapa yang menjamin esok malah sebaliknya.

Setiap kejadian pasti menyisakan pelajaran, semoga apa yang telah kita lalui menjadikan kita bijak menyikapi hidup. Maaf ku pinta untuk semua rekan/kerabat yang kukenal ataupun tidak atas segala khilaf selama ini. Sesungguhnya tak ada niat jelek atas semua laku yang telah dilalui, tapi kelemahan sebagai hamba tak dapat terelakkan.

Wallahu’alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar