Tak mudah memang
menjalani hidup yang singkat ini, begitu singkatnya hingga rugi
rasanya menyia-nyiakan kesempatan yang diamanahkan Tuhan dengan
hal-hal yang tak bermanfaat. Dinamika hidup terus berputar ibarat
roda kendaraan, setiap sisi secara bergiliran terus berjalan melewati
jalan yang tak selamanya mulus, kadang berkelok, menanjak, menurun,
penuh bebatuan, lumpur, aspal panas, banjir, becek, jalan berlubang
akan kau temui. Tergantung bagaimana caramu menghadapinya, apakah
menikamti apa yang kau temui atau sebaliknya kau malah mengeluh?
Begitulah kurang lebih sejatinya hidup yang kita lalui dan harus kita
hadapi, diliputi suka dan duka.
Di
sisi lain sebagai makhluk sosial, tak lepas dari interaksi dengan
manusia lain entah itu kerabat senasab ataupun tidak.
Dalam menjalankan rutinitas kita dihadapkan dengan berbagai
karakter manusia, seperti yang pernah saya pelajari ada 4 tipe
kepribadian manusia yakni melankolis, plegmatis, koleris dan sanguin.
Orang melankolis biasanya lebih suka dibelakang
layar, analitis, sensitif, dan sistematis. Tipe plegmatis cenderung
santai, tenang, pemalu, dan humoris. Sedangkan koleris lebih suka
memimpin, pemberani, mandiri dan tidak populer. Dan, tipe sanguin
biasanya aktif, supel, ekspresif serta egois. Saya mungkin termasuk
kategori melankolis alias melo, tipe pasif yang akan aktif jika
di’aktifkan’ dahulu, akan sangat terbuka kepada orang yang cocok,
tipe pendiam yang jadi rame jika merasa nyaman dengan sekitar, tipe
pemalu yang harus dipaksa dahulu baru mau, ga enakan, sensitif,
perfeksionis, dll. Sederet kelemahan tentu
saja ada padaku dan ku upayakan untuk meminimalisirnya dan
memperbaikinya.
Seperempat
abad mengarungi samudera kehidupan, cukup memberikan banyak pelajaran
dan dipertemukan dengan berbagai karakter
manusia. Tak ada manusia yang jahat hanya manusia yang tak mau
belajar kebaikan, tak ada orang yang jelek hanya orang yang tak mau
berbenah diri. Terkadang ditengah interaksi dengan sesama, ada laku
yang khilaf dan ucap yang menggores hati, bisa jadi hari ini aku
yang salah tapi siapa yang menjamin esok malah sebaliknya.
Setiap
kejadian pasti menyisakan pelajaran, semoga apa yang telah kita lalui
menjadikan kita bijak menyikapi hidup. Maaf ku pinta untuk semua
rekan/kerabat yang kukenal ataupun tidak atas segala khilaf selama
ini. Sesungguhnya tak ada niat jelek atas semua laku yang telah
dilalui, tapi kelemahan sebagai hamba tak dapat terelakkan.
Wallahu’alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar