Ketika itu… tahun 2004 yang lalu, sekitar akhir bulan Juli setelah aku menyelesaikan pendidikanku di bangku SMK. Tak terbersit difikiranku untuk langsung melanjutkan pendidikian ke perguruan tinggi, walaupun keinginan itu ada. Yang ada dalam perencanaanku adalah setelah menamatkan sekolah langsung mencari pekerjaan, bahkan planning itu sebenarnya sudah tergambar diotakku setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMP, itulah kenapa aku memilih untuk melanjutkan sekolah di tingkat SMK bukan SMU karena aku fikir dengan masuk di sekolah kejuruan akan mudah mencari kerja setelahnya… Mmm, tapi itulah “manusia hanya bisa berencana tapi tetap saja Allah yang menentukan”.
Sekitar awal Agustus 2004 ada saudara ku yang datang dari Jakarta , kebetulan beliau punya yayasan yang fokus pada bidang pendidikan. Tadinya beliau akan ke Singapura untuk mengantar siswa-siswa di sekolahnya dalam rangka study, ya udah…sekalian mampir kerumahku di Batam yang kebetulan kan deket banget sama Singapura. Nah…karena beliau tau dari orang tuaku bahwa aku baru aja selesai menamatkan sekolah, beliau langsung menawarkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di yayasan yang ia pimpin. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya orang tuaku terutama ibuku menyetujui… bisa dibayangkan donk!!! Aku yang tadinya ngga ada pikiran dan perencanaan sama sekali, tiba-tiba dihadapkan pada pilihan yang sulit, ya…bagiku ini sulit karena harus menentukan jurusan apa yang akan aku ambil nantinya sementara aku ngga’ punya gambaran tentang kuliah dengan segala persiapannya, terus aku akan berpisah dari orang tua dan keluarga ku, di tambah lagi aku udah janji ama temen-temen untuk nyari kerja bareng-bareng setelah tamat sekolah… tapi… di satu sisi ini adalah kesempatan yang sangat baik dan mungkin nggak datang dua kali, akhirnya akupun menerima tawaran ini.
Dengan berbagai persiapan yang seadanya, akhirnya tanggal 4 Agustus 2004 aku berangkat ke Jakarta… sungguh berat memang meninggalkan segala yang ada di Batam, udah gitu aku ngga bisa membayangkan bagaimana kehidupanku nanti di Jakarta, ini baru pertama kalinya aku berpisah sangat jauh dengan keluarga ku. Apalagi aku belum kenal dengan keluarga di Jakarta, ini adalah pertemuan perdana ku dengan mereka… tau ngga, di atas pesawat aku baru bisa menumpahkan air mataku setelah pesawat meninggalkan landasan bandara Hang Nadim Batam, aku baru merasakan sedih dan benar-benar sadar bahwa aku akan berpisah jauh dengan keluargaku…hikz!!!
Dengan berbagai persiapan yang seadanya, akhirnya tanggal 4 Agustus 2004 aku berangkat ke Jakarta… sungguh berat memang meninggalkan segala yang ada di Batam, udah gitu aku ngga bisa membayangkan bagaimana kehidupanku nanti di Jakarta, ini baru pertama kalinya aku berpisah sangat jauh dengan keluarga ku. Apalagi aku belum kenal dengan keluarga di Jakarta, ini adalah pertemuan perdana ku dengan mereka… tau ngga, di atas pesawat aku baru bisa menumpahkan air mataku setelah pesawat meninggalkan landasan bandara Hang Nadim Batam, aku baru merasakan sedih dan benar-benar sadar bahwa aku akan berpisah jauh dengan keluargaku…hikz!!!
Kehidupan baruku dimulai dari sini…memang aku merasakan tidak atau tepatnya belum ada yang istimewa dengan semua ini, tapi satu yang paling aku ingat adalah ketika aku memutuskan menerima tawaran untuk kuliah ini maka disinilah keinginanku untuk memakai jilbab terwujud. Ya…karena saudaraku menyarankan untuk memakai jilbab ketika akan ke Jakarta , memang keputusan ini awalnya didasari atas pertimbangan itu walaupun sebenarnya pada waktu SMK keinginan ini juga sudah ada tapi selalu banyak pertimbangan yang sebenarnya tidak begitu penting. Tapi sekarang aku sudah meluruskan niat kok…kenapa sampai harus memakai pentup kepala dan bahkan bukan hanya itu yaitu membungkus seluruh tubuh dengan busana muslimah. (mmm…ini adalah hikmah yang sangat berarti bagiku)
Nah…sesampainya di Jakarta nih… saudaraku bertanya, aku akan memilih jurusan apa??? Duh…asli aku bingung banget coz ga ada gambaran sama sekali, tapi karena harus memutuskan maka akhirnya aku memilih masuk ke fakultas ekonomi jurusan akuntansi karena background ku dulu juga akuntansi. Truss yang tadi rencananya aku akan di masukin ke yayasan beliau jadinya berubah setelah aku di Jakarta, beliau menyarankan agar aku ikut tes di universitas negeri aja dulu, klo nanti ga lulus baru masuk di yayasannya. Ya udah, aku pun mengikuti saran itu.. dan Alhamdulillah setelah mengikuti tes di Universitas Islam Negeri Jakarta aku lulus…Status baruku sebagai mahasiswa pun aku jalani tepatnya di bulan September 2004, lingkungan kampus yang megah, luas dan tentunya islami aku dapati disni. Aku seneng banget deh…dan mulai beradaptasi dengan lingkungan baruku. Persyaratan sebagai mahasiswa baru pun aku ikuti (atau yang biasanya orang tau namanya ospek, klo disini propesa alais program pengenalan study n almamater). Setelah itu perkuliahan demi perkuliahan pun aku jalani… Alhamdulillah, banyak banget yang aku dapat disini (yah..mungkin inilah yang ingin Allah tunjukkan kepadaku dibalik semua ini) mulai dari mendapat banyak ilmu, pergaulan dengan teman-teman yang heterogen dan tentunya pengalaman organisasi yang memberikan banyak pelajaran. Semua ini sangat mempengaruhi hidupku (bagaimana menjalani hidup) dan membuatku menjadi lebih dewasa tentunya.
Sekarang tak terasa aku udah semester akhir, ya Allah…begitu cepat waktu berlalu. Semoga apa yang telah aku dapatkan disini dapat aku pergunakan dengan sebaik-baiknya dalam mengarungi kehidupan ini, khairunnas anfauhum linnas “sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia yang lain”, amin……
Organisasi Kampus_Q
Di kampus banyak banget organsisai atau unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bisa diikuti, mulai dari yang suka pramuka, fotografi, teater, nyanyi, qori-qoriah, pecinta alam, dan masih banyak lagi deh yang lainnya. Tadinya di awal masuk kampus aku punya keinginan masuk ke UKM RIAK yang isinya adalah mahasiswa yang menyukai bidang seni seperti ngeband, soalnya dulu waktu di sekolah aku sempat beberapa kali tergabung dalam beberapa grup band…(he…^_^) tapi ga tau kenapa aku kok ga jadi-jadi yah buat ngedaftar, padahal aku juga sempat ditawarin masuk ke PSM (paduan suara mahasiswa). Tapi ga ada yang jadi aku ikutin, sampai akhirnya aku memutuskan untuk aktif di BEM aja, disamping itu juga aktif di UKM LDK (lembaga dakwah kampus). Kalau keikutsertaan di BEM mungkin udah biasa bagiku karena sebelumnya di sekolah juga pernah aktif di OSIS tapi kalau ikut bergabung di LDK bagiku suatu hal yang luar biasa, yah…karena disinilah aku mendapat banyak pengalaman dan tentunya pelajaran berharga yang takkan bisa tergantikan (cie…udah kayak apa aja??? Tapi emank bener koq…!!!).
Pelajaran berharga yang aku maksud disini adalah tentang Agama, yah agama Islam tentunya. Selama ini mungkin yang ada di otak kita (aku maksudnya…) tentang agama khususnya Islam itu hanyalah mengenai ibadah seperti solat, puasa, zakat atau haji. Padahal masih banyak lagi yang diatur dalam agama itu mengenai kehidupan kita di dunia maupun di akhirat, aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah menunjuki jalan ini kepada ku. Pada mulanya keikutsertaanku dalam LDK juga gak sengaja, awalnya aku cuma ikut diskusi tentang keagamaan dengan para aktivisnya (mentoring atau liqo’), karena aku sangat senang membahas masalah agama, mungkin karena dulu pernah sekolah di madrasah ibtidaiyah kali ya (atau memang ini adalah kehendak Allah yang menunjukkan jalan hambanya…Ihdinal sirathal mustakim). Dari situ akhirnya aku rutin mengikuti diskusi ini, aku memang tidak keberatan dengan forum diskusi ini tapi jika diajak untuk ikutserta atau aktif dalam organisasinya aku gak mau (itu adalah pemikiran awalku). Tapi…setelah sering mengikuti diskusi ini dan mendapat banyak ilmu serta mengerti dan juga paham bahwa ini semua tujuannya mulia akhirnya aku memutuskan untuk ikut serta juga. Memang semua ini tidak serta merta terjadi begitu saja, semuanya melalui proses yang cukup panjang dengan berbagai pertimbangan.
Gak tau kenapa awalnya aku kok ga mau bergabung di organisasi ini, apalagi klo ngliat para aktivisnya terutama yang perempuan dengan jilbabnya yang besar dan banyak yang bilang mereka itu eksklusif. Aku pernah bertanya ke seorang mahasiswa, “mereka itu organsisasinya apa??? Truz dia bilang, “oh…itu anak LDK, mereka itu klo ngobrol sama cowok jaraknya jauh banget, yang cewek disini yang cowok disitu (sambil menunjuk kearah yang berjauhan) truz matanya kemana… yang diajak bicara dimana…” itu adalah salah satu pandangan “miring” yang aku dengar tentang mereka. Tapi aku gak lantas ikut sentimentil gitu juga ke mereka, aku tetap masih ikut kajian rutin yang mereka adakan. Dari sinilah akhirnya pikiranku mulai terbuka dan tentunya mengetahui alasan mengapa mereka sampai bersikap seperti itu… jawabannya adalah karena mereka mengamalkan niali-nilai Islam. Islam sebagai rahmatan lil alamin memberikan aturan dalam segala segi kehidupan kita (ekonomi, politik, sosial, dll). tidak hanya mendapat ilmu bagaimana cara beretika (berakhlakul karimah), tapi juga bagaimana berorganisasi dengan niat ikhlas dan tujuan mulia yang tentunya semua itu adalah atas dasar/semata-mata karena ibadah kepada Allah SWT sebagaimana tujuan penciptaan manusia dimuka bumi ini.
Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepadaku… hidayah yang aku dapati ini tidak bisa dinilai dengan apapun. Salah satunya adalah ini nih: Dimasa-masa awal kuliah aku sama seperti mahasiswa lainnya, dengan model pakaian anak-anak jaman sekarang, t-shirt atau kemeja, ditambah dengan celana panjang yang kadang-kadang malah pakai celana jeans truz dengan jilbab yang seadanya (pokoke asal udah menutup kepala, malah bahkan kadang-kadang dililit dileher). Tapi gak tau kenapa lama-lama merasa risih juga, pake jilbab tapi kok gini, klo kerudungnya ketiup angin malah repot harus dipegangin biar lehernya gak keliatan, truz klo pake celana ketat atau baju kekecilan gak enak aja gitu, pokoke risih deh… nah, karena udah ngikutin kajian dan udah dapat ilmu bagaimana seharusnya muslimah itu berpakaian akhirnya sedikit demi sedikit aku mencoba untuk melakukan itu, yang tadinya suka pake celana diganti dengan rok, truz bajunya juga rada panjangan, klo jilbabnya agak dilebarin ampe menutup dada (yang aku tau klo para akhwat “sebutan untuk saudara perempuan” aktivis dakwah itu pake jilbabnya malah dua lapis), lama kelamaan aku merasa nyaman dengan pakaian ini dan tentu saja masih banyak belajar bagaimana berpakaian yang benar menurut syariahnya.
Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepadaku… hidayah yang aku dapati ini tidak bisa dinilai dengan apapun. Salah satunya adalah ini nih: Dimasa-masa awal kuliah aku sama seperti mahasiswa lainnya, dengan model pakaian anak-anak jaman sekarang, t-shirt atau kemeja, ditambah dengan celana panjang yang kadang-kadang malah pakai celana jeans truz dengan jilbab yang seadanya (pokoke asal udah menutup kepala, malah bahkan kadang-kadang dililit dileher). Tapi gak tau kenapa lama-lama merasa risih juga, pake jilbab tapi kok gini, klo kerudungnya ketiup angin malah repot harus dipegangin biar lehernya gak keliatan, truz klo pake celana ketat atau baju kekecilan gak enak aja gitu, pokoke risih deh… nah, karena udah ngikutin kajian dan udah dapat ilmu bagaimana seharusnya muslimah itu berpakaian akhirnya sedikit demi sedikit aku mencoba untuk melakukan itu, yang tadinya suka pake celana diganti dengan rok, truz bajunya juga rada panjangan, klo jilbabnya agak dilebarin ampe menutup dada (yang aku tau klo para akhwat “sebutan untuk saudara perempuan” aktivis dakwah itu pake jilbabnya malah dua lapis), lama kelamaan aku merasa nyaman dengan pakaian ini dan tentu saja masih banyak belajar bagaimana berpakaian yang benar menurut syariahnya.
Disamping masalah jilbab ini, aku juga banyak belajar tentang bagaimana berorganisasi yang baik, selama ini yang aku liat dari teman-teman organisasi sebelumnya pasti kebanyakan ikut organisasi karena orientasi dunia (apalagi klo udah ada pemilu kampus trus demo-demo yang gak jelas itu), nah tapi klo disini aku menemukan hal yang berbeda… mereka berorganisasi untuk ibadah, ya..berdakwah!!! banyak banget kegiatan yang kita lakukan, dari kegiatan akademis, seni sampai kegiatan sosial. Selain itu nuansa persaudaraan terasa benget disini, walaupun persaudaraan kita bukan dipersatukan oleh nasab tapi rasa persatuan itu ada karena kita adalah saudara sesama muslim, dan itulah sebenarnya yang paling penting. Bukan hanya di internal organisasi aja kita mencipatakan suasana hangat seperti itu tapi berusaha kita tebarkan ke orang-orang disekitar kita. Sekarang aku benar-benar mencintai organisasi ini dan orang-orang yang ada didalamnya… namun, perjuangan untuk berdakwah dikampus bukanlah hal yang mudah, karena meskipun ianya berlabel kampus Islam tapi kehidupan orang-orangnya tidak semuanya mencerminkan keislaman itu sendiri (seperti jeruk makan jeruk). Ini menjadi tantangan bagi kami para aktivis dakwah, kami juga harus menjadi teladan karena bagaimana mungkin hendak menyampaikan kebaikan jika yang menyampaikan belum menjadi baik dan ini tentu menjadi hal serius/tantangan. Belum lagi menghadapi orang-orang yang berpandangan “negative” tentang kami, misalnya aja nih yang paling berasa ketika dikampus ada pemilu raya, pernah tuh calon dari organisasi kita difitnah yang macam-macam…biarlah Allah saja yang tau dan membalas semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar