Cinta…kata-kata ini sudah gak asing lagi kali ya di telinga kita, bahkan mungkin jadi bahan yang gak ada abis-abisnya buat di omongin. Cinta bagiku universal, karena sebagai makhluk paling sempurna yang Allah ciptakan kita dapat menebar cinta ke siapa aja. Mulai dari manusia, hewan, lingkungan, pokoke alam semesta ini. Cinta itu suci yang melahirkan peradaban yang suci yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, tapi sayang apa yang terjadi sekarang jauh dari cinta suci, cinta telah terkotori oleh orang-orang yang menterjemahkan cinta dengan dangkal sehingga bermuara kepada nafsu syahwat. Mengapa??? Karena yang terjadi adalah cinta diwujudkan dengan rasa suka kepada lawan jenis yang berlebihan, kepada harta/materi, kepada kekuasaan, kepada makhluk/benda, yang semuanya adalah semu. memang rasa cinta adalah fitrah manusia namun bukan berarti dapat diterjemahkan dengan bebas tanpa batas aturan. Agama kita yang Rahmatan lil Alamin telah memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak perlu repot-repot lagi membuat aturan sendiri, dari mulai kita hendak tidur sampai kita bangun dan kembali tidur lagi, kesemuanya ada adab-adabnya. Subhanallah…sesungguhnya Dialah yang telah menciptakan kita, dan Dia tau pula apa yang kita butuhkan. Lalu, mengapa kita masih saja tidak mau menuruti perintah-Nya… cinta hakiki hanyalah milik Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW, karena dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya secara otomatis kita akan mencintai semua makhluk ciptaan-Nya sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya dan aturan-aturan yang telah ditetapkan-Nya.
Ya Allah...Aku Jatuh Cinta
Ya Allah...
Aku telah jatuh cinta pada keagungan qadaMU
pada kemanisan qadarMU
pada kecantikan nur wajahMU
pada keluasan ampunanMU
Ya Allah...
Aku telah benamkan diri dalam kefanaan
sedang Engkaulah yang meneguhkan niatku dengan syariatMU
sedang Engkaulah yang menanamkan keyakinanku dengan hakikatMU
sedang Engkaulah yang menyampaikan tujuanku dengan ma'rifatMU
Ya Allah...
Kau telah penuhi hatiku dengan cintaMU
Kau telah basahi lisanku dengan dzikirMU
Kau telah tunjukkan sinar langkahku dengan thareqatMU
Duhai...
Bila saatnya tiba
Sang kekasih hanya dapat merindukan perjumpaan
Duhai...
Dimanakah tempat bila KAU tidak berada disisiku ?
Dimanakah langkah bila KAU tidak dalam pijakanku ?
Allah... Allah... Allah
Bila hatiku terlalu gelap dengan kema'siatan
Dalam kejaran bisikan syetan
Kumohon kau bukakan hijabMU
Celupkan diriku dalam lautan pintu taubatMU
Allah... Allah... Allah
Engkaulah yang Maha Hidup
Engkaulah yang Maha Abadi
Hidupkanlah hatiku yang mati
Suburkan padanya dengan mahabbahMU
Dalam keabadian cintaMU
Abdurrahman Zaid Abdussalam Ibn Muhammad Ibn Al-wirsad Ibn As-sadur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar