Kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena, semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya. Tapi, semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Sabtu, 31 Mei 2014
Kita Ada Di Mana?
Kembali disadarkan dengan kejadian yang kualami beberapa bulan terakhir. Sungguh, betapa dunia ini dihuni oleh 2 sisi -baik dan buruk- sebagaimana Tuhan mengingatkan “segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan.” Melalui episode yang tak pernah terbayangkan, karena apalah daya insan dhaif ini, skenario ada ditangan-Nya. Seakan ditampar dan dibangunkan dari keterlenaan, ada makhluk bernama manusia yang tak berhati nurani. Jika dalam politik, kita biasa mendengar ‘tak ada kawan atau lawan abadi.’ Sejatinya begitu juga kehidupan, kita dihadapkan pada dinamika yang akan datang silih berganti.
Suatu waktu kita akan bertemu dengan seseorang yang baik, kemudian hari akan ada yang sebaliknya. Pelajaran buat kita, kita mau jadi yang mana? Ada rambu-rambu, norma dan aturan yang sudah Tuhan berikan, juga ada nasehat bijak dari orang tua kita dulu, atau kita mau membuatnya sendiri menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kini. Tinggal kita, mau pilih yang mana? Tuhan sudah membekali kita dengan akal, itulah modal utama sebagai makhluk paripurna dibanding makhluk lainnya.
Tiada mustahil jika Tuhan berkehendak, meski masih belum percaya dengan perlakuan insan tak berhati nurani. Semoga Tuhan memberkahi setiap langkahmu, masih ada kesempatan sebelum ruh berpisah dari raga, dan saat nanti kita dimintai pertanggung jawaban ada Rahmat Tuhan di sana. Semoga akhir kami dalam khusnul khatimah Rabb, Amin.
Jakarta, 2 Sya'ban 1435 H / 310514
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar