Terminal Senen, menjadi 'teman' akrab sejak kantorku digabung dan berpindah tempat, hingga rute ciputat-senen kulalui hampir setiap hari kerja.Sebagaimana hari biasanya, sore ini sepulang kantor aku berjalanmenuju terminal. Kawasan senen memang ramai, karena merupakan salah satu kawasan bisnis di Jakarta Pusat. Untuk sampai ke terminal aku harus melewati jembatan penyebrangan. Saat menaiki anak tangga jembatan, kita dapat melihat pedagang kaki lima, menjajakan berbagai macam aksesoris seperti tas, perlengkapan gadget, kartu perdana ponsel, sepatu, dll. Setelah menuruni anak tangga dan semakin dekat ke terminal akan kita jumpai para penjual sepatu, pedagang kelontong, makanan, vcd bajakan, sampai penjual buku-buku mulai dari buku jadul, baru bahkan bajakan. Lengkap memang...
Namun, beberapa hari belakangan ada sedikit pemandangan berbeda di terminal. Ada halte baru di dalamnya dan speaker di gedung petugas perhubungan kembali aktif. Terdengar sang petugas memerintahkan para penyapu terminal untuk membersihkan sampah-sampah yang ada. Wow...saat ini di terminal Senen ada tukang sapunya, wah...terobosan barukah ini? Karena tidak biasanya aku melihat para tukang sapu ini. Bisa dibayangkan terminal yang cukup luas ini dan selalu dipenuhi kendaraan dan manusia harus disapu!? Hmm...
Seperti sore ini, aku melihat beberapa tukang sapu sedang membersihkan sampah yang berserakan. Seketika terbersit dihati saat melihat mereka, bahwa aku lebih beruntung bisa bekerja di kantor yang nyaman. Wajah mereka terlihat teduh, sambil terus menggerakkan sapu ditangannya untuk mengumpulkan sampah.
Pekerjaan yang terlihat cukup sederhana ini tapi memberi manfaat yang lebih. Bukankah menjaga kebersihan sebagian dari iman?!
Mungkin, pekerjaan mereka akan lebih ringan dan efektif bila kesadaran masyarakat kita bangun terlebih dahulu untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Dan yang pasti terminal juga akan bersih dan lebih nyaman.
Senen, Rabu 130213.
repost from my FB v3.moeslemah@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar