Jumat, 22 Februari 2013

Aku Pada-Mu



Berjuta kata berkelebat dikepala
Ingin kurangkai kalimat
Tapi… ku tak tau dimana harus bermula.

Oh… hidup dengan dinamikanya
Si A bermasalah dengan orang tuanya
Si B bermasalah dengan anaknya
Si C bermasalah dengan kerabatnya
Si D, E, F, punya masalahnya masing-masing

Ujian, cobaan, masalah datang silih berganti
Tak dapat dihentikan atau ditunda
Konsekuensi bagi makhluk bernyawa
Amanah yang harus ditunaikan sebagai hamba

Jadi, apa yang harus ditakuti?
Apalagi harus menghindar
Hadapi… karena semua yang datang, pun akan pergi
Silih berganti, begitulah sunnatullah kehidupan

Syukur, sabar, dan sholat
Aku pada-Mu Ya Rabb…

Jumuah Mubarakah, 11 Rabiul Akhir 1434 H
Jakarta, 22 Februari 2013

Rabu, 20 Februari 2013

Tukang Sapu, Semangat yaa!!!



Terminal Senen, menjadi 'teman' akrab sejak kantorku digabung dan berpindah tempat, hingga rute ciputat-senen kulalui hampir setiap hari kerja.

Sebagaimana hari biasanya, sore ini sepulang kantor aku berjalanmenuju terminal. Kawasan senen memang ramai, karena merupakan salah satu kawasan bisnis di Jakarta Pusat. Untuk sampai ke terminal aku harus melewati jembatan penyebrangan. Saat menaiki anak tangga jembatan, kita dapat melihat pedagang kaki lima, menjajakan berbagai macam aksesoris seperti tas, perlengkapan gadget, kartu perdana ponsel, sepatu, dll. Setelah menuruni anak tangga dan semakin dekat ke terminal akan kita jumpai para penjual sepatu, pedagang kelontong, makanan, vcd bajakan, sampai penjual buku-buku mulai dari buku jadul, baru bahkan bajakan. Lengkap memang... 

Namun, beberapa hari belakangan ada sedikit pemandangan berbeda di terminal. Ada halte baru di dalamnya dan speaker di gedung petugas perhubungan kembali aktif. Terdengar sang petugas memerintahkan para penyapu terminal untuk membersihkan sampah-sampah yang ada. Wow...saat ini di terminal Senen ada tukang sapunya, wah...terobosan barukah ini? Karena tidak biasanya aku melihat para tukang sapu ini. Bisa dibayangkan terminal yang cukup luas ini dan selalu dipenuhi kendaraan dan manusia harus disapu!? Hmm...

Seperti sore ini, aku melihat beberapa tukang sapu sedang membersihkan sampah yang berserakan. Seketika terbersit dihati saat melihat mereka, bahwa aku lebih beruntung bisa bekerja di kantor yang nyaman. Wajah mereka terlihat teduh, sambil terus menggerakkan sapu ditangannya untuk mengumpulkan sampah.

Pekerjaan yang terlihat cukup sederhana ini tapi memberi manfaat yang lebih. Bukankah menjaga kebersihan sebagian dari iman?!
Mungkin, pekerjaan mereka akan lebih ringan dan efektif bila kesadaran masyarakat kita bangun terlebih dahulu untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Dan yang pasti terminal juga akan bersih dan lebih nyaman.

Senen, Rabu 130213.

repost from my FB v3.moeslemah@gmail.com