Foto ini adalah kenangan yang masih tersimpan dari kakekku. Ketika
itu, beliau pergi saat usiaku masih belia, memang tak banyak ingatan yang
tersisa dimemori kepalaku. Yang ku tau, beliau sering menjadi imam masjid
sehingga kami sering berpindah2 rumah mengikuti tugasnya. Kami keturunan
Sulawesi Selatan tapi kakek dan nenek merantau saat zaman penjajahan terjadi,
mereka harus mengungsi ke daerah lain hingga sampai ke Riau dan akhirnya
berdomisili di Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Batam.
Kakek orang yang
sangat baik dan sabar, saat beliau meminta tolong cucu2nya utk membelikan
sesuatu misalnya, jika ada uang kembaliannya pasti akan diberikan kepada kami,
tentu saja hal ini membuat kami senang... Pernah juga ku dengar cerita kala
beliau menjadi pedagang, beliau tak segan2 utk melebihkan belanjaan pembeli
atau memberikan sisa dagangannya kepada orang di sekitarnya. Pendidikan agama
juga kami dapatkan dari beliau, semua anak dan cucu2nya harus masuk ke sekolah
madrasah. Hal ini tak lepas dari latarbelakang beliau yang memang mendapat
didikan agama (pesantren) di tempat asalnya Sidrap, Sulawesi Selatan. Malah,
aku sempat mendapat cerita bahwa kakekku ini pernah menjadi guru mengaji salah
seorang mantan presiden RI, hmmm...
Meski tak banyak waktu yang kulewati bersamanya, kami bangga
menjadi bagian darinya. Tulisan ini menjadi dedikasiku utknya dan bukti bahwa
beliau masih ada di hati-hati kami anak dan cucu keturunannya, kami
merindukanmu kakek... Semoga Allah SWT
mengampuni segala dosamu dan menerima semua amal shalihmu, Amin. Wallahu’alam
Batam, 29 Ramadhan 1434 H/7 Agustus 2013
#oleh2mudik ^_^
Abdul
Rahman Syawal bin Mangiri bin Dg. Manangka
Lahir : tahun 1939, Kampung Maniang Salo, Labempa, Sidenreng Rappang,
Sulawesi Selatan.
Wafat : 2 April 1996, Pulau Batam.


