tulisan ini dikirim oleh seorang yang kuanggap sebagai seorang kakak (saudara sesama muslim lebih tepatnya...), aku memasukkannya ke dalam blog ini tidak lain karena aku merasa banyak pelajaran yang bisa kuambil dari setiap tulisan2nya... semoga begitu juga dengan anda yang membacanya...so,SELAMAT MEMBACA!!!
Roman cinta sekarang norak buangeet !!! cerita 2 sejoli memadu kasih trus ditentang trus dilawan trus bahagia trus ada masalah trus bahagia lagi... dari 50 episode baru nonton 1 episode aja qta da tau gimana akhirnya. Ceritanya gak berubah2 cuma judulnya aja yg ganti. Dari cinta fitri, terlanjur, tersanjung, air mata cinta sampe air mata buaya, semuanya sama aja.
Gak qta temukan kisah cinta ayah pada anak seperti cerita Ibrahim dan Ismail, atau cerita cinta seorang ibu sepanjang masa atau cerita cinta dua org sahabat yg berlaku itsar (saling mendahulukan) sehingga menyebabkan kematian pada keduanya, atau cerita cinta seorang pelacur pada seekor anjing yang menyebabkannya masuk surga.
Tapi gak semua cerita cinta di dunia ini adalah picisan, beberapa kisah sangat memotivasi pembacanya ke arah internalisasi diri. Sebut saja Ketika Cinta Bertasbih, Laskar Pelangi dengan tetraloginya, Notebook, Benjamin Curious, dsb. Semuanya cerita membangun jiwa. Dari semua cerita cinta ada satu kisah hebat yang Allah turunkan pada qta tuk diambil pelajaran di dalamnya. Bukan sekedar cerita yg mengores hati atau membanjiri mata dengan linangannya, tapi merupakan cerita motivasi hidup seorang manusia dalam keindahan cinta. Inilah cerita tentang nabi Yusuf as.
Setelah selamat dari lubang sumur dan berpindah-tangan ke pejabat besar Mesir, kemudian Nabi Yusuf 'Alaihissalam tinggal dalam kemewahan. Beliau ternyata diperlakukan dengan baik, bukan layaknya budak belian pada umumnya. Tatkala usianya menginjak remaja, ketampanan paras menjadi simbol yang melekat pada beliau.
Ketampanan Nabi Yusuf 'as ini telah membuat istri majikannya terpikat, dan ia pun membuat rencana untuk memperdaya dan menjerumuskan Nabi Yusuf 'as ke dalam perbuatan fâhisyah (perzinaan).
Berita tergodanya istri pembesar Mesir dengan budaknya menyebar sampai ke telinga-telinga kaum Hawa pada masa itu. Awalnya, mereka mencela istri pembesar Mesir atas kejadian tersebut. Akan tetapi, wanita istri pembesar Mesir tidak kurang akal. Ia menempuh sebuah cara supaya wanita-wanita itu membenarkan dirinya sehingga sampai terpikat dengan seorang remaja bernama Yusuf as .
Maka didatangkanlah wanita-wanita itu supaya menyaksikan sendiri ketampanan Nabi Yusuf as. Ternyata benar, mereka benar-benar tersihir oleh keelokannya. Bahkan mereka menganggapnya sebagai malaikat, lantaran sedemikian tampan paras beliau. Keterpukauan dan kekaguman ini sampai mengakibatkan mereka tidak menyadari telah mengiris-iris (bentuk jamak, terjadinya pemotongan ini lebih dari satu kali) tangannya sendiri dengan pisau-pisau yang sengaja telah disediakan oleh istri pembesar Mesir.
Sungguh sebuah ketampanan yg sangat mempesona, ketercengangan para wanita bangsawan mesir sampai tak sadar hingga mengiris-iris jarinya. Padahal kalo qta mengiris jari sekali saja sontak qta khan sadar, tp yg dihadapi wanita ini bukanlah seorang pria biasa dia adalah pemuda yang dikatakan oleh Rasulullah, "Sungguh, ia diberi separuh ketampanan (penduduk dunia)". Dan qta pun tahu bahwa wanita pembesar ini bukanlah ABG sekarang yg kl liat artis ganteng dikit lsg tergila2, koleksi foto, poster, n merchandise. Mereka adalah wanita yg terhormat yg dikatakan oleh Hindun ketika baiat pd Rasul, “Apakah wanita yg merdeka itu berzinah?”. Sebab pada masa itu yg wanita yg berzinah adalah dr golongan budak, bukan dr golongan merdeka apalagi bangsawan.
Namun zaman sudah berubah… saat ini tidak ada lagi perbudakan, semua org dilahirkan merdeka sesuai amanat Human Declaration Right tapi perzinahan malah dilakukan oleh org yg merdeka...........
Wanita bangsawan itu tidak beriman tp mereka sanggup menjaga kehormatannya dihadapan Yusuf.
Zaman sekarang wanita yg beriman malah tdk menjaga kehormatannya.. Ada yg sudah berbuat seperti suami isteri, ada yg pacaran terang-terangan, ada yg gak pacaran tp sering plg malem bareng, ada yg chattingan lama ampe buka-buka rahasia segala, ada yg da tau kalo pacaran gak boleh tp masih inget melulu ama ex-nya dan pengen masa lalu kembali lagi, ada yg nangis meraung-raung ketika pria idamannya menikah dengan wanita lain, ada yg stress diputus sang idaman, ada yg gak ‘pacaran’ tp ketika tau pria yg intens berkomunikasi dgnnya diambil wanita lain maka meranalah dirinya… semua setali tiga uang alias sami mawon, semua menggadaikan kehormatannya sebagai seorang muslimah.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya…. (24:31)
Itulah perbedaan wanita musyrik dahulu dengan wanita beriman saat ini, lalu bagaimana perbedaan wanita beriman dahulu dengan sekarang? Tentu amat jaaauuuuh perbedaannya, bagaikan langit dan bumi.
bersambung.... (kalo inget..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar