Rabu, 07 Agustus 2013

Abba


Foto ini adalah kenangan yang masih tersimpan dari kakekku. Ketika itu, beliau pergi saat usiaku masih belia, memang tak banyak ingatan yang tersisa dimemori kepalaku. Yang ku tau, beliau sering menjadi imam masjid sehingga kami sering berpindah2 rumah mengikuti tugasnya. Kami keturunan Sulawesi Selatan tapi kakek dan nenek merantau saat zaman penjajahan terjadi, mereka harus mengungsi ke daerah lain hingga sampai ke Riau dan akhirnya berdomisili di Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Batam. 

Kakek orang  yang sangat baik dan sabar, saat beliau meminta tolong cucu2nya utk membelikan sesuatu misalnya, jika ada uang kembaliannya pasti akan diberikan kepada kami, tentu saja hal ini membuat kami senang... Pernah juga ku dengar cerita kala beliau menjadi pedagang, beliau tak segan2 utk melebihkan belanjaan pembeli atau memberikan sisa dagangannya kepada orang di sekitarnya. Pendidikan agama juga kami dapatkan dari beliau, semua anak dan cucu2nya harus masuk ke sekolah madrasah. Hal ini tak lepas dari latarbelakang beliau yang memang mendapat didikan agama (pesantren) di tempat asalnya Sidrap, Sulawesi Selatan. Malah, aku sempat mendapat cerita bahwa kakekku ini pernah menjadi guru mengaji salah seorang mantan presiden RI, hmmm... 

 
Meski tak banyak waktu yang kulewati bersamanya, kami bangga menjadi bagian darinya. Tulisan ini menjadi dedikasiku utknya dan bukti bahwa beliau masih ada di hati-hati kami anak dan cucu keturunannya, kami merindukanmu kakek... Semoga Allah SWT mengampuni segala dosamu dan menerima semua amal shalihmu, Amin. Wallahu’alam

Batam, 29 Ramadhan 1434 H/7 Agustus 2013
#oleh2mudik ^_^

Abdul Rahman Syawal bin Mangiri bin Dg. Manangka
Lahir : tahun 1939, Kampung Maniang Salo, Labempa, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Wafat : 2 April 1996, Pulau Batam.